Kerajaan Majapahit
10.
Kerajaan Majapahit
- Sumber-sumber
sejarah Majapahit yaitu:
a.
Prasasti Kudadu
b. Kitab
Negarakertagama
c. Kitab Pararaton
d. Buku-buku kidung,
misal: Kidung Ronggolawe, Kidung Sundayana
e. Prasasti-prasasti
yang merupakan peninggalan raja Majapahit
f. Berita-berita
Cina, misal kitab Ying Yai Sheng Lan. Karangan Ma Huan dan catatan-catatan
dalam tambo dinasti Ming.
- Berdirinya
Majapahit
Setelah kerajaan
Singasari hancur, Raden Wijaya bersama-sama pengikutnya lari karena dikejar
tentara Kediri. Sampai di desa Kudadu mendapat bantuan dari kepala desa di
Kudadu, kemudian melanjutkan perjalanan ke Madura minta perlindungan kepada
Aria Wiraraja. Raden Wijaya disuruh pura-pura menyatakan takluk, sesudah
dipercaya Jayakatwang agar minta daerah di hutan Tarik. Di Tarik tersebut Raden
Wijaya mendirikan kerajaan yang kemudian kita kenal dengan kerajaan Majapahit
- Raja-raja yang
memerintah di Majapahit
a. Raja pertama Raden
Wijaya, bergelar Kertarajasa Jaya Wardana (1293-1309 M). Beliau menikah dengan
ke empat puteri Kertanegara yaitu: Dyah Dewi Tribuwaneswari (permaisuri), Dyah
Dewi Narendraduhita, Dyah Dewi Prajnaparamita, Dyah Dewi Gayatri. Langkah Raden
Wijaya mengawini putri Kertanegara diduga berlatar belakang politik, agar tidak
terjadi perebutan kekuasaan.
b. Setelah Raden Wijaya
meninggal, tahta digantikan oleh Jayanegara atau Kala Gemet pada tahun 1309.
Beliau merupakan raja yang lemah, sehingga banyak terjadi pemberontakan.
Beberapa pemberontakan yang terjadi yaitu:
1).
Pemberontakan Ronggolawe dapat diatasi
2).
Pemberontakan Lembu Sora, dapat dipadamkan.
3).
Pemberontakan Nambi, dapat diatasi
4).
Pemberontakan Kuti pada tahun 1319, dapat diatasi berkat jasa Gajah
Mada dan jasanya tersebut Gajah Mada diangkat sebagai Patih Kahuripan. Pada
tahun 1321 Gajah Mada diangkat menjadi Patih Daha.
c.
Tribuwanatunggadewi (1328-1350 M) Karena Jayanegara tidak mempunyai putra,
tahta seharusnya jatuh ke tangan Gayatri. Karena Gayatri memilih menjadi
Biksuni, maka Tribuwanatunggadewi putrinya ditunjuk sebagai wakil dan diangkat
menjadi raja ketiga bergelar Tribuwanatunggadewi Jayawisnuwardani. Di bawah
pemerintahannya terjadi pemberontakan Sadeng dan Keta, tapi semuanya dapat
diatasi oleh Gajah Mada yang telah diangkat sebagai patih Majapahit.
Pada saat upacara
pelantikan Gajah Mada sebagai Patih Majapahit tahun 1331, beliau mengucapkan
sumpah yang terkenal dengan nama Sumpah Palapa. Inti sumpah tersebut adalah
bahwa Gajah Mada tidak akan makan Palapa (arti palapa mungkin semacam
rempah-rempah), tidak akan bersenang-senang/istirahat sebelum seluruh kepulauan
Nusantara bersatu dibawah kekuasaan Majapahit.
Tahun 1350 Gayatri
wafat, maka Tribuwanatunggadewi yang merupakan wakil ibunya segera turun tahta,
menyerahkan tahtanya kepada putranya yaitu Hayam Wuruk.
d. Hayam Wuruk
(1350-1389 M) Di bawah pemerintahan Hayam Wuruk ini, Majapahit mencapai jaman
keemasannya. Cita-cita Gajah Mada yang diucapkan lewat Sumpah Palapa, disebut
pula sebagai Wawasan Nusantara II dapat tercapai. Wilayah Majapahit, hampir
sama dengan wilayah Republik Indonesia, maka Majapahit disebut sebagai Negara
Maritim Nasional II.
Selama pemerintahan
Hayam Wuruk terjadi tiga peristiwa penting yaitu: peristiwa Bubad tahun 1357,
perjalanan suci Hayam Wuruk ketempat leluhurnya serta upacara Crada yang
diadakan untuk memperingati wafatnya Rajapadni tahun 1362.
Dalam bidang ekonomi,
Majapahit sebagai pusat perniagaan di Asia Tenggara waktu itu. Hasil-hasil yang
diperdagangkan adalah beras, rampah-rempah, garam. Terjadi hubungan dengan
negara lain seperti Siam, Ligor, Birma, Kamboja dan Annam.
a) Hasil
sastra jaman Majapahit antara lain:
b) Kitab
Negarakertagama karangan Prapanca
c) Kitab
Sutasoma karangan Tantular .
Terdapat Kitab
“Kutaramanawa” yang berisi tentang aturan hukum di Majapahit. Sepeninggal Hayam
Wuruk dan Gajah Mada Majapahit mengalami kemunduran. Pengganti Hayam Wuruk
adalah puterinya yang bernama Kusumawardhani.
e. Ratu Kusumawardhani
(1389-1429 M) Pada masa pemerintahannya terjadi perang saudara dengan
Wirabhumi yang disebut perang Paregreg. Berakhir dengan terbunuhnya Wirabhumi.
Setelah Kusumawardhani berturut-turut adalah:
1). Dewi Suhita
(1429-1447 M)
2). Bhre Tumapel
(1447-1451 M)
3). Bhre Kahuripan (1451-1453
M)
4). Purwawisesa
(1457-1467 M)
5). Pandan Salas
(1467-1478 M)
Berakhirnya
pemerintahan Pandanalas, diganti dengan pemerintahan Giridrawardhana. Kerajaan
Majapahit mulai mundur dan akhirnya runtuh, disebabkan oleh faktor-faktor
sebagai berikut:
a. Faktor
Politik (dalam dan luar negeri).
Dalam negeri,
kesatuan Majapahit atas kekuatan Gajah Mada, setelah Gajah Mada meninggal
daerah yang luas tersebut tak dapat dipertahankan.
b. Faktor
Ekonomi
Majapahit dulu
dapat menyatukan daerah pertanian dan bandar-bandar, setelah ada
ekspedisi Cina, bandar-bandar lebih suka langsung berhubungan dengan luar
negeri. Bandar lebih demokratis, berusaha melepaskan diri dari Majapahit.
c. Faktor
Agama
Perbedaan
ideologi. Penyebaran Islam di Asia Tenggara, melalui jalur perdagangan yang
lebih dulu terpengaruh adalah bandar, maka bandar beragama Islam, Majapahit
masih Hindu. Bandar-bandar menentang Majapahit. Ada pula pendapat yang
mengatakan adanya serangan dari Demak. Dalam serat Kondo dan Babad Tanah Jawi runtuhnya
Majapahit ditandai dengan candra sangkala: Sirna Ilang Kertaning Bumi : 1400 C
= 1478 M.
Source :
Source :







0 Response to "Kerajaan Majapahit"
Posting Komentar